Tips mobil jarang dipakai adalah panduan krusial bagi banyak pemilik kendaraan di kota besar seperti Jakarta. Banyak yang beranggapan bahwa mobil yang hanya tersimpan di garasi dan memiliki kilometer rendah pasti akan bebas masalah. Ini adalah miskonsepsi besar. Faktanya, mobil yang terlalu lama diam justru rentan terhadap berbagai kerusakan “tersembunyi” yang bisa sangat merugikan.
Mobil dirancang untuk bergerak. Saat ia tidak digunakan dalam waktu lama, berbagai cairan di dalamnya akan mengendap, komponen karet menjadi getas, dan sistem kelistrikan bisa melemah. Banyak orang berpikir “cukup memanaskan mesin 10 menit” sudah cukup, padahal itu bisa jadi memperparah masalah. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap Anda, membahas tuntas 8 tips perawatan esensial agar mobil “simpanan” Anda tetap sehat dan siap tancap gas kapanpun dibutuhkan.
Mitos yang Salah: “Memanaskan Mesin di Garasi Sudah Cukup”
Ini adalah kesalahan paling umum. Memanaskan mesin mobil hanya dalam kondisi diam (idle) di garasi selama 10-15 menit tidaklah cukup dan justru bisa berdampak buruk:
- Aki Tidak Terisi Penuh: Putaran mesin saat idle terlalu rendah bagi alternator untuk mengisi aki secara optimal. Proses starter mobil menghabiskan daya aki yang besar, dan memanaskan sebentar hanya akan membuat aki “tekor” perlahan-lahan.
- Oli Tidak Bersirkulasi Sempurna: Oli tidak mencapai suhu kerja idealnya, sehingga sirkulasinya tidak maksimal.
- Penguapan Tidak Terjadi: Air dan sisa bensin yang mungkin masuk ke oli tidak akan menguap, menyebabkan lumpur oli (sludge).
- Knalpot Berkarat: Uap air yang terperangkap di knalpot tidak terdorong keluar sempurna, menyebabkan korosi dari dalam.
Solusi Sebenarnya: Cara terbaik adalah membawa mobil berkendara setidaknya 30 menit setiap satu atau dua minggu sekali. Proses ini akan membuat mesin, transmisi, rem, dan sistem AC bekerja pada suhu operasionalnya, mengisi aki dengan sempurna, dan melumasi semua komponen bergerak.
8 Tips Jitu Merawat Mobil yang Jarang Dipakai
Jika Anda terpaksa menyimpan mobil dalam waktu lama (lebih dari 2 minggu), berikut adalah checklist wajib Anda:
1. Waspadai Aki (Accu) – Musuh Utama Mobil Diam
Aki adalah komponen pertama yang akan “menyerah”. Sistem kelistrikan mobil modern (alarm, ECU, jam) terus menyedot listrik dalam jumlah kecil (parasitic drain) meskipun mobil mati.
- Tips:
- Lepas Terminal Negatif Aki: Ini adalah cara termudah dan paling efektif untuk memutus semua aliran listrik dan mencegah aki tekor.
- Gunakan Battery Charger/Tender: Jika Anda menyimpan mobil berbulan-bulan, gunakan battery tender otomatis untuk menjaga voltase aki tetap ideal.
2. Perhatikan Kondisi Ban (Cegah Benjol atau Peang)
Mobil yang diam terlalu lama di satu posisi akan menekan titik yang sama pada ban terus-menerus.
- Tips:
- Tambah Tekanan Angin: Tambahkan tekanan angin ban sedikit di atas normal (misalnya 5-10 psi) untuk membantunya menahan beban lebih kaku dan mencegah flat spots (ban peang).
- Jalankan Mobil (Jika Memungkinkan): Menggerakkan mobil maju-mundur beberapa meter setiap minggu sudah cukup untuk mengubah titik tumpuan ban.
3. Isi Penuh Tangki Bahan Bakar
Jangan pernah menyimpan mobil dengan tangki bensin yang hampir kosong.
- Mengapa? Ruang udara yang besar di dalam tangki akan mengundang uap air untuk berkondensasi. Air ini akan mengendap di dasar tangki, menyebabkan karat dan pertumbuhan jamur yang bisa menyumbat fuel pump dan injektor.
- Tips: Isi penuh tangki bensin untuk meminimalisir ruang udara di dalamnya. Anda juga bisa menambahkan cairan fuel stabilizer jika mobil akan didiamkan lebih dari 3 bulan.
4. Aktifkan Rem Tangan? Sebaiknya Jangan!
Jika Anda berencana menyimpan mobil lebih dari 2-3 minggu, hindari mengaktifkan rem tangan.
- Risiko: Dalam kondisi lembab, kampas rem (terutama teromol) bisa “lengket” atau menempel erat pada teromol/piringannya akibat karat tipis. Saat Anda akan menjalankan mobil, rem bisa macet.
- Solusi: Parkir di permukaan yang benar-benar rata dan gunakan ganjal ban (wheel chock) untuk menjaga mobil tetap diam. Posisikan transmisi di P (matic) atau Gigi 1 (manual).
5. Jaga Kebersihan Mobil (Luar & Dalam)
- Eksterior: Cuci bersih mobil sebelum disimpan. Kotoran burung, getah pohon, atau noda air yang dibiarkan terlalu lama bisa merusak lapisan cat secara permanen. Gunakan sarung mobil (car cover) yang berkualitas baik (breathable) untuk melindunginya dari debu.
- Interior: Bersihkan kabin dari sisa makanan atau sampah yang bisa mengundang semut, kecoa, atau bahkan tikus.
6. Lindungi dari Hama (Tikus)
Tikus adalah mimpi buruk bagi mobil yang diam. Mereka suka menggerogoti kabel dan selang.
- Tips: Letakkan kamper (kapur barus) atau pengusir tikus khusus di beberapa titik di ruang mesin dan kabin. Pastikan garasi Anda bersih.
7. Tetap Jalankan AC (Meski Sebentar)
Saat Anda menjalankan mobil (saran ke 1), jangan lupa nyalakan AC selama 10-15 menit.
- Mengapa? Ini sangat penting untuk melumasi seal-seal karet di dalam sistem AC dengan oli yang bersirkulasi bersama freon. Seal yang kering karena tidak pernah dipakai adalah penyebab utama kebocoran freon pada mobil yang lama diam.
8. Tetap Lakukan Servis Rutin (Berdasarkan Waktu, Bukan Jarak)
Ini adalah kesalahan yang sering terjadi. “Kilometer mobil saya kan masih rendah, belum perlu ganti oli.”
- Faktanya: Oli mesin, minyak rem, dan coolant tetap akan terdegradasi dan rusak karena faktor waktu (usia) dan oksidasi, meskipun mobil tidak dipakai. Tetap patuhi jadwal servis berdasarkan waktu (misalnya, ganti oli mesin setiap 6 bulan sekali) meskipun kilometer belum tercapai.
Problem Anda? Solusi “Re-Aktivasi” dari Kami!
Anda punya mobil jarang dipakai dan sekarang berencana untuk menggunakannya kembali secara aktif? Anda khawatir dengan kondisi aki, oli, ban, dan AC-nya?
Sebelum mobil dipakai rutin, sangat penting untuk melakukan “re-aktivasi” atau general check-up menyeluruh di bengkel tepercaya. Ini untuk memastikan semua cairan diganti, rem tidak macet, aki prima, dan tidak ada kerusakan tersembunyi.
Untuk layanan general check-up dan “membangunkan” mobil simpanan Anda, Sejuk Muchtar adalah bengkel andalan Anda di Jakarta Barat.
Sejuk Muchtar: Siap Mengembalikan Performa Mobil Simpanan Anda

Di Sejuk Muchtar, kami adalah bengkel umum yang didukung oleh pengalaman Sejuk AC Group selama lebih dari 22 tahun. Berlokasi strategis di Jl. H. Muchtar Raya No.23, RT.9/RW.8, Joglo, Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat, kami adalah bengkel mobil Jakarta Barat yang siap menangani semua kebutuhan kendaraan Anda.
Berbeda dengan Sejuk AC Joglo yang fokus sebagai spesialis AC, Sejuk Muchtar hadir sebagai bengkel mobil terdekat Anda untuk layanan servis general terlengkap. Kami adalah solusi ideal untuk “membangunkan” mobil Anda:
- Tune Up Mesin & Ganti Oli: Memastikan mesin kembali sehat dan terlumasi sempurna.
- Perawatan Kelistrikan: Pengecekan dan penggantian Aki, pemeriksaan alternator.
- Service Kaki-kaki: Pengecekan ban, rem (terutama yang macet), dan spooring balancing.
- Layanan AC: Memeriksa kebocoran freon akibat seal kering.
- Layanan Lainnya: Salon dan auto detailing untuk membersihkan jamur, Body Repair, Pemasangan Kaca Film, dan lainnya.
Siapkan Mobil Anda Kembali ke Jalan, Booking via WA Sekarang!
Jangan ambil risiko di jalan dengan mobil yang lama tidak dipakai. Dapatkan kemudahan penjadwalan, prioritas layanan, dan penawaran terbaik dengan melakukan booking online melalui WhatsApp kami!
BOOKING GENERAL CHECK UP ANDA SEKARANG!
Tim mekanik kami yang bersertifikasi BNSP & Denso akan memastikan diagnosa yang akurat. Sebagai salah satu bengkel mobil Jakarta yang menjadi rujukan, kami berkomitmen untuk menjadi bengkel terbaik di Jakarta. Percayakan kendaraan Anda pada bengkel mobil bergaransi yang mekaniknya bersertifikasi.

